" Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabarakaatuh "

Kamis, 01 Maret 2012

CIRI-CIRI (SIFAT-SIFAT) ORANG BERTAQWA

Bismillahirrahmaanirrahiim
Asalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Alahamdulillahirobbil’alamin, Asyhadu alla ilaaha illallah, Wa Asyhadu anna muhammadar Rasulullah SAW, lanabiyaba'dah
Pertama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji  sykur kepada Allah SWT, yg telah memberikan nikmatnya semoga amal ibadah kita slama bulan Romadhon ini mendapat ridho dari Allah SWT.
Shalawat dan slam tidak lupa marilah kita haturkan kepada junjungna kita nabi Muhammad SAW, smoga kelak kita mendapatkan safaatnya di hari kiamat, amin.

Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk bertakwa, supaya mereka menjadi orang-orang yang beruntung dalam kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti. Selanjutnya Allah SWT memperingatkan mereka agar mereka selalu waspada terhadap siksa neraka.

Untuk itu Allah Swt. Berfirman dalam  QS. Ali Imran: 131-132:
Dan peliharalah diri kalian dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kalian diberi rahmat.

Jelas sekali, bagi orang” kafir itu balasannya kelak adalah neraka.
Agar kita terhindar dari api neraka maka Allah Swt. menganjurkan kita agar bersegera mengerjakan kebajikan dan berlomba untuk memperoleh derajat taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah)  .

Untuk itu Allah Swt. berfirman dalam  QS. Ali Imran: 133:
Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.

Seperti halnya neraka, disediakan untuk orang-orang yang kafir, maka untuk orang yg bertakwa surgalah tempat yg disediakan oleh Allah Swt.
Firman Allah Swt yang laen :
dan didekatkanlah syurga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). (QS. Qaaf:31)


Terus Bagaimanakah sifat” orang yg bertakwa itu ?
Dalam lanjutannya Allah Swt berfirman  (QS. Ali Imran: 134):   
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Jadi sifat” orang yg bertaqwa adalah :
1. Orang” yg menafkahkan (suka berinfak) baik diwaktu lapang maupun sempit
                                                     
Yakni dalam keadaan susah ato dalam keadaan makmur, dalam keadaan suka ato dalam keadaan duka, dalam keadaan sehat dan juga dalam keadaan sakit. Dengan kata lain, mereka rajin berinfak dalam semua keadaan. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya :
orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._QS.02:274

Makna yang dimaksud ialah bahwa mereka tidak kendur dan lupa oleh suatu urusan pun dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. Mereka membelanjakan harta untuk keridaan-Nya serta berbuat baik kepada sesamanya dari kalangan kaum kerabatnya dan orang-orang lain dengan berbagai macam kebajikan.
Balasan bagi orang” yg berinfak inin seperti dalam Firman Allah QS 02:261 :
perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai menghasilkan seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.

sifat” orang yg bertaqwa yg ke2 :
2.    orang” yg menahan amarahnya

Bagaimana cara kita utk bisa menahan amarah kita ? yaitu dgn bersabar, karena dgn sabar inilah InsyaAllah SWT kita bisa menjadi oranh\g yg mulia disisi Allah SWT…amin. Banyak firman Allah SWT dlm Al Qur’an yg membahas masalah kesabaran ini a.l:
Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(QS 02:153)

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : �Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.� (HR. Bukhari dan Muslim)

Jelas disini orang kuat itu bukannya orang yg badannya gede, ototnya nonjol layaknya ade rai, namun orang kuat yg dimaksudkan adalah orang yg bisa menahan nafsu amarahnya. Menahan amarah ini bisa dikategorikan dalam menahan hawa nafsu, diaman menahan hawa nafsu itu adalah jihad yg terbesar.

Bagaemanakah cara utk menahan amarah? Simaklah Hadits Rasulullah yg diriwayatkan oleh Iman Ahmad sbb :
'Apabila seseorang di antara kalian marah, sedangkan ia dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk hingga marahnya hilang. Apabila marahnya masih belum hilang, hendaklah ia berbaring'." Atau dgn ta’awudz karena marah adalah pekerjaan setan, atau InsyaAllah dgn berwudlu…Wallaualam bi shawaf.

sifat” orang yg bertaqwa yg ke3 :
3.  orang” yg mema'afkan (kesalahan) orang lain

Sifat pemaaf ini Insya Allah SWT bisa mendekatkan diri kita kepada ketakwaan .
Firman Allah dlam QS 02: 237 dan pema'afan kamu itu lebih dekat kepada takwa.

Salah satu sifat mulia yg dianjurkan dlm Al Quran adalah memaafkan keslahan orang laen, spt dlm firman Allah dlm QS Al A’raf:199 yaitu
jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

Firman Allah yg laen dlm Qs.An Nisaa : 149 yaitu :
jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau Menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa.

Memang cukup sulit bagi kita utk bisa dgn tulus memaafkan kesalahn orang laen, apalagi akibat dari keslahn orang laen tsb bisa mengakibatkan hal” yg sangat menyakitkan  bagi kita. Akan tetapi jika kita bisa menyadari bahwa semua kejadian itu datangnya atau kehendak dari Allah SWT, maka insya Allah SWT kita akan bisa memaafkan kesalahan orang lain tsb dgn tulus iklhas, Allah SWT ajah mempunyai sifat pemaaf maka selayaknyalah kita sbg maklukNyapun harus bersifat pemaahf.
Dgn sft pemaaf ini merupakan akhlak yg sangt mulia maka dari itu di akhir QS 3:134 adalah    Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Wallaualam bishawaf..

sifat” orang yg bertaqwa yg ke4 :
4. Orang” yg suka bertaubat

Firman Allah dalam ayat selanjutan yaitu QS 03 :135 :
dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Sebagi makhluk Allah SWT yg mempunyai hawa nafsu maka kita pasti tidak akan luput dari kesalahn dan dosa maka dari itu jika kita melakukan perbuatan dosa maka kita haruslah segera bertobat dan mohon ampun kepada Allah SWT, hadits Rosulullah SAW yg artinya : “Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan (dosa) dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertobat (dari esalahan tersebut).” (H.R. Baihaqi dan Tirmidzi)
Firman Allah dlm QS 02 : 222,  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

adapun syarat taubat adalah :
1.    menyesal atas dosa yg telah diperbuat
2.    Berjanji tak akan ngulangi lagi
3.    mohon ampun dan perbanyak istighfar
4.    jika dosa yang dilakukan menyangkut hak orang lain, hendaknya diselesaikan dengan orang yang bersangkutan.

Barang siapa membaca sayyidul Istighfar dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal pada malam itu, maka ia akan masuk surga. Dan demikian juga sebaliknya (HR. Al-Bukhari 7/150)

Demikian semoga bermanfaat bagi saya pribadi wabil khusus dan jamaah pd umumnya.

Yg bener datangnya dari Allah SWT dan yg salah dating dari diri saya yg dhaif ini. Sekian terima kasih mohon maaf lahir batin

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Minggu, 26 Juni 2011

TIPU DAYA IBLIS (SETAN)

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

InnalhamdaliLlah, nahmaduHu wa nastaghfiruHu, wa na’udzubiLlahi min syururi anfusina, wa min sayyi-ati a’malina. Man yahdihiLlahu fala mudhiLlalahu, wa man yudhlil fa la hadiyalahu. Asyhadu allaa ilaaha illaLlahu wahdaHu laa syarikalaHu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduHu wa rasuluHu –shallallahu ‘alayhi wa sallam-.

Awal mula dari setan yang senengnya nggak seneng melihat manusia taat pada Allah SWT adalh kesombongn si setan (iblis) ini, ketika di suruh oleh Allah SWT untuk sujud kepada nabi Adam AS. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam QS. 07 _11-12 :
Yang artinya : 11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. 12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah"

Disinilah keliatan sekali bagaimana sombongnya si iblis ini. Alasan iblis merupakan sesuatu hal yang lebih besar daripada dosanya, seakan­akan iblis membangkang —tidak mau taat— karena tidak ada perintah yang menganjurkan seseorang yang memiliki keutamaan bersujud kepada orang yang lebih rendah keutamaannya daripada yang diperintah. Seakan­akan iblis la natulfah mengatakan, "Saya lebih baik daripadanya, maka mengapa Engkau perintahkan saya untuk bersujud kepadanya?"
Kemudian iblis mengatakan, dikatakan dirinya lebih baik karena ia diciptakan dari api, sedangkan api itu lebih baik daripada apa yang diciptakan­Nya dari tanah liat. Iblis yang laknat dalam alasannya mengacu kepada asal unsur kejadian, tidak mengacu kepada kemuliaan yang besar yang ada pada diri Adam. Yaitu Allah menciptakan Adam dengan tangan kekuasaan­Nya sendiri dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaan)­Nya.

Karena kesombongannya itu maka ia di usir dari surga, firman Allah SWT QS. 07 _13-15 :
Yang artinya : 13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina". 14. iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya[**] sampai waktu mereka dibangkitkan". 15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh."
[**] Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.

Karena kedurhakaan dan kesombongannya terhadap perintah Allah SWT dan pembangkangannya yang menyimpang dari jalan ketaatan kepada Allah SWT, maka tidak layak baginya berada di dalam surga.
Dalam keadaan hina dina lagi direndahkan, sebagai perlakuan kebalikan dari apa yang diyakini iblis, dan sebagai pembalasan dari pengakuannya, yaitu dengan menimpakan kebalikannya. Maka saat itu iblis yang laknat menyadari dirinya dimurkai Tuhan, lalu ia meminta masa tangguh sampai hari kiamat, melalui perkataannya:Allah mengabulkan permintaan iblis karena di dalamnya terkandung hikmah, keinginan, dan kehendak Allah yang tidak dapat ditentang, tidak dapat dicegah, serta tidak ada akibat bagi keputusan hukum­Nya, dan Dia Mahacepat perhitungan­Nya.

Allah Swt. menceritakan bahwa setelah Dia memberikan masa tangguh kepada iblis sampai hari mereka dibangkitkan, dan setelah iblis terikat dengan janji itu, maka mulailah ia bersikap ingkar dan melampiaskan dendamnya. Untuk itu ia berkata:
“ iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus_QS.07_16 ”

Jelas disini iblis ingin menyesatkan anak cucu nabi Adam as, agar tidak menuruti perintah-perintah dari Allah SWT, tapi sebaliknya yaitu melanggar apa-apa yang di larang oleh Allah SWT, sehingga kelak sama-sama menghuni neraka. Si iblis ini akan menggoda manusia dengan segala cara dan segala penjuru, firman Allah SWT dalam QS.07_17:
Yang artinya : kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Disinilah tipu daya setan terhadap manusia melalui 4 penjuru :

1. Dari muka (depan)
Maksudnya adalah setan akan meragukan terhadap urusan akherat yang kekal. Jika manusia sudah lalai akan akherat maka manusia akan menggunakan segala cara untuk menggapai kebahagiaan dunianya tanpa peduli terhadap kehidupan akheratnya kelak. Padahal kehidupan akherat itu lebih baik daripada kehidupan dunia, firman Allah SWT, dlam QS.87_17
 Yang artinya : sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
Firman Allah SWT :
Yang artinya : dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi_QS.28_77

2. Dari belakang
Manusia dibikin cinta mati sama dunianya, dan merasa memiliki secara mutlak apa-apa yang manusia miliki.
Lalu setan menghiasinya dengan hiasan yang indah dan menganjurkan mereka untuk memakainya.
Firman Allah SWT dalam QS.03_14-15
Yang artinya : 14. dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternakdan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). 15. Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.

3. Dari kanan
Maksudnya yakni dari arah kebaikan­kebaikan mereka, lalu setan menghalang­halangi mereka dari kebaikan­kebaikan itu.
Semisal : pemahaman agama kita di kaburkan, sehingga kita tanpa sadar berbuat syirik, bid’ah, dll. Maka sebaiknya kita selalui berdoa kepada Allah SWT agar di tambah pengetahuan agama kita (bisa kita liat di “Do’a Khatam Al Quran)

4. Dari kiri
Maksudnya agar manusia cenderung selalu berbuat maksiat dan kejahatan , setan menghiasi kejahatan dan kemaksiatan hingga menjadi tampak indah, kemudian menyeru mereka untuk mengerjakannya dan memerintahkan mereka untuk melakukannya kemaksiatan dan kejahatan tersebut .


Demikianlah setan mendatangi dan menggoda manusia dari segala penjuru.
Akan tetapi iblis tidak berani menggoda manusia melalui atas, karena rahmat Allah SWT diturunkan kepada manusia dari atas mereka.Dan iblis tidak akan mampu menghalang-halangi antara manusia dan rahmat Allah SWT.
Iblis juga tidak bisa dating dari bawah karena disitulah tempat sujud manusia.
Maka dari itu agar kita bisa terhindar dari godaan iblis maka perbanyaklah berdoa dan bersujud (shalat).

Wallahu A’lam

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi saya dan keluarga dan para pembaca sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Dikutib dari ceramah ta’lim mingguan tgl 15 juni 2011
Oleh : Ust. Sunardi
di Mushola Istiqomah, RT 07/021 Taman Raya Bekasi, Tambun

Baca selengkapnya Agus-Suryanto