" Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabarakaatuh "

Selasa, 12 Februari 2013

Cara Pajak STNK tahunan di Tambun Selatan

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh, 

Jika beberapa bulan yll, kami postingkan cara pajak STNK 5 tahunan, maka berikut kami postingkan untuk pajak STNK tahunan, terutam untuk wilayah Tambun Selatan dan sekitarnya, berdasar pengalamn pribadi. 

langsung ajah,,,,,,,,

Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Selasa, 04 Desember 2012


Anak-anakku & keponakan lagi pada dolan di kali krasak,, habis banjir lahar dingin.....
 
 # Yg pake kaos item panjang, Rizal skarang     klas 3 SMP, di Tambun Selatan, Bekasi

# Yg pake kaos putih, Arif  skarang kelas 2 SD, di Tambun Selatan, Bekasi

# Yg pake kaos item pendek, keponakan (anak-e Masku), kelas 1 SD di Canggalan,  Ngluwar, Magelang, Jateng
          
 
Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Jumat, 30 November 2012

CARA PERPANJANG STNK MOTOR 5 TAHUNAN di SAMSAT CIKARANG



Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Pembaca yg budiman jika kalian ingin pajek motor 5 tahunan (ganti plat, maka kalian harus dateng di kantor samsat, tapi jika cumen pajak STNK (pertahun) biasanya ada stand-stand khusus gak perlu ke samsat walaupun ke samsat juga bisa.
Kalo di daerah tambun dan sekitar itu terdapat di Plaza Metropolitan, jadi lebih mudah dan cepat.
Yang akan aku share di sini adalh jika pajak 5 tahunan.
Begini pengalamanku.........
Jika motor kalian motor bebek lama biasanya nomer rangka (bodi) itu ketutup sama tebengnya, jadi pas cek fisik harus dibuka. Biar di samsat gak repot baiknya tebeng di buka dari rumah. Tapi kalo motor2 skarang biasnya gk perlu repot2 ngebuka tebeng...
Itu yg pertama....
Waktu itu (lupa tgle / pertengahan nopember 2012)aku sampai samsat sekitar jam 09:10 wib, motor langsung di suruh parkir di tempat cek fisik. Kemudian kita ke loket cek fisik sambil menyerahkan FC BPKB, STNK asli dan KTP asli. Tak lama sekitar 5 menit dipanggil dan di kasih kertas yg buat cek fisik. Lalu ke petugas cek fisik (gk usah di kasih duit) utk ngegeseknya. Habis itu lalu diserahkan lagi ke loket.....
Tunggu di sini kira2 30 menit (ada tulisane), motor kita harus di parkir ke tempat parkir. Setelah +/- 30 menit kita dipanggil petugas utk mengambil brosur2 tadi, kita disuruh masuk kedalem...ternyata disuruh bayar Rp. 30.000, tanpa kuitansi...gk tau ini yg jelas gk resmi.
Selanjute kita ke loket untuk minta formulir, isi sendiri ada contohnya (di tempel di dinding tempat pengisian formulir).
Jika sudah selesai, bawa masuk ke ruangan dan serahkan ke loket perpanjangan STNK, disini saya ditawarin mau nunggu panggilan atau cara kilat....aku minta yg nunggu panggilan ajah, ngapain emang niat urus sendir kok harus kluar duit siluman....
Di situ tertulis 30 menit, tapi kenyataannya sekitar 40 menit baru di panggil untuk membayar pajak kita di loket pembayaran,,,jumalh yg kita bayar ini sesuai dgn yg tertulis di STNK....
Kemudian kita keluar untuk mengambil STNK + Plat nomer,, sekitar 20 menit STNK + palt nomer jadi (kita dipanggil) dan sudah tdk kluar biaya lagi....

Jadi waktu utk ngurus perpanjang STNK kira2 butuh waktu 2jam lebih dikit.

Demikian smoga bermanfaat

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

salam
aguss
Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Selasa, 17 Juli 2012

TANPA JUDULLLLL................


Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh 

cumen cerita.....smoga bisa diambil hikmahnya............
ada 2 saudara yg ke2nya rajin shalat, cumen ada bedanya ....
begini critane.............

yg tua jika habis shalat terus berdoa...doanya lama dan panjang serta (kayane) khusuk.........
yg muda jika habis shalat sama terus berdoa juga, tapi bedanya doanya ini hanya singkat dan cepet banget...

atas kehendak dari Allah SWT, maka saudara yg tua ini kehidupannya begitu pesat dan sangat maju serta mempunyai kekayaan yg luar biasa, sedangkan saudara yg muda ini biasa2 saja bahkan (maaf) miskin harta....

maka suatu ketika saudara yg tua menasehati kepada saudara mudanya +/- begini (ilustrasi)
"Dik, makanya adik kalau berdoa itu yg panjang dan banyak, kaya Kakak ini.......", kata yg tua, sedangkan 
adiknya yg dinasehati tsb hanya diem sajah...

pada suatu hari yg muda ini jatuh sakit, dan jiwanya tidak bisa tertolong lagi (meninggal).....betapa sedihnya saudara yg tua ini,,, dan ketika membersihkan tempat tidurnya, maka yg tua ini menemukan secarik kertas di bawah bantal sudara yg muda ini,,,,,,,,,,,,,,,terkejut dan serasa disambar petir saudara yg tua ini membaca tulisan di kertas tersebut,,,,

mau tahu isi tulisannya ????????????

+/- begini : " ya Allah SWT, berikanlah rejeki yg banyak kepada Kakakku...."

jadi inilah doa yg selalu dibaca setiap habis shalat oleh saudara yg muda ini.......................

demikian tulisanku ini gk tahu ini kisah nyata atau fiktif...wallahu 'alam...(saya dapet dari pengajian) 

HIKMAH YG BISA DIAMBIL.....

JANGAN  KIRA KESUKSESAN, KEKAYAAN, DLL ITU MURNI HASIL JERIH PAYAH 
KITA SENDIRI,,,,,,TAPI MUNGKIN DI BALIK ITU SEMUA ADA DO'A 
DARI ORANG LAIN...

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh
aguss 

Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Selasa, 24 April 2012

CARA PERPANJANG SIM DI POLRESTA BEKASI


Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh
Saudara-saudaraku semua sebenarnya jika kita ingin memberantas calo (missal perpanjang SIM) marilah kita mulai dari diri kita sendiri.
Dan perpanjangan SIM ini tidaklah serumit atau selama yg kita pikirkan, maka dari itu marilah kita coba mulai sekarang perpanjang SIM tanpa calo.
Mengapa hal ini saya sampaikan karena bulan April 2012 yg lalu saya barusan memperpanjang SIM (yg masih berlaku, saya gak paham kalo yg sudah mati SIMnya) di Polresta Bekasi, dan ternyata sangat mudah dan cepat serta murah.
Untuk itu maka berikut ini akan saya bagikan pengalaman ini pada saudara-saudara.
Adapun syarat” atau hal” yg kita siapkan, adalah :
1.  FC KTP: 5 lembar (sbetulnya cumen dibutuhkan 4 lembar, 1 lembar buat cadangan).
2.  SIM lama
3.  Bawa pen 2 takutnya yg satu mati, atau kadang ada sebelah saudara kita suka minjem.
4.  Bawa uang yg pasti.
Langkah”nya :
1.  Parkir kendaraan (jika naik kendaraan pribadi)
2.  Jangan masuk ke Kantor  Polresta dulu, tapi langsung minta surat keterangan sehat, adapun tempatnya  lewat gang antara Mapolresta dan kejaksaan, masuk ajah ke dalem, ntar ada papan nama (kalo bingung   Tanya orang, tapi pasti akan ditawarin sama orang “mau dibantu nggak” bilang ajah “nggak”. Disini  langsung ajah daftar (nyerahin FC KTP 1 lembar dan bayar Rp. 25.000 atau Rp 30.000, (lupa deh)
3.  Setelah dapet surat diatas masuklah ke Mapolresta, masuk ajah kedalem 9paling blakang.
4. Bayar perpanjang SIM di Bank BRI (di dalam ada) sebesar Rp 70.000 (utk sim C) dan Rp. 80.000/ Rp. 75.000 (sim A) …map lupa lahi soale kmarin perpanjang sim C + FC KTP 1 lembar.
5.  Bayar Asuransi di sbelah Bank BRI Rp. 30.000 + FC KTP 1 lembar.
6.  Ambil Formulir pendaftaran di loket pendaftaran dg menyerahkan  berkas” dari no.2, 4d dan 5 + FC KTP 1 lembar dan SIM lama dan langsung diisi.
7.  Seranhkan ke loket perpanjangan SIM (sebelh pengambilan formulir).
8.  Tunggu panggilan foto (+/_10~20 menit)
9.  Setelah foto tunggu hasilnya (5~10 menit)
10.END.
Cepet dan mudah kan,,,,,!!!!!!!
Demikian, smoga bisa membantu, dan maap kalo ada perbedaan di lapangan.

Wassalamu’alaikum wrahmatullah wabarakaatuh.
aguss
Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Kamis, 01 Maret 2012

CIRI-CIRI (SIFAT-SIFAT) ORANG BERTAQWA

Bismillahirrahmaanirrahiim
Asalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Alahamdulillahirobbil’alamin, Asyhadu alla ilaaha illallah, Wa Asyhadu anna muhammadar Rasulullah SAW, lanabiyaba'dah
Pertama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji  sykur kepada Allah SWT, yg telah memberikan nikmatnya semoga amal ibadah kita slama bulan Romadhon ini mendapat ridho dari Allah SWT.
Shalawat dan slam tidak lupa marilah kita haturkan kepada junjungna kita nabi Muhammad SAW, smoga kelak kita mendapatkan safaatnya di hari kiamat, amin.

Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk bertakwa, supaya mereka menjadi orang-orang yang beruntung dalam kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti. Selanjutnya Allah SWT memperingatkan mereka agar mereka selalu waspada terhadap siksa neraka.

Untuk itu Allah Swt. Berfirman dalam  QS. Ali Imran: 131-132:
Dan peliharalah diri kalian dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kalian diberi rahmat.

Jelas sekali, bagi orang” kafir itu balasannya kelak adalah neraka.
Agar kita terhindar dari api neraka maka Allah Swt. menganjurkan kita agar bersegera mengerjakan kebajikan dan berlomba untuk memperoleh derajat taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah)  .

Untuk itu Allah Swt. berfirman dalam  QS. Ali Imran: 133:
Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.

Seperti halnya neraka, disediakan untuk orang-orang yang kafir, maka untuk orang yg bertakwa surgalah tempat yg disediakan oleh Allah Swt.
Firman Allah Swt yang laen :
dan didekatkanlah syurga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). (QS. Qaaf:31)


Terus Bagaimanakah sifat” orang yg bertakwa itu ?
Dalam lanjutannya Allah Swt berfirman  (QS. Ali Imran: 134):   
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Jadi sifat” orang yg bertaqwa adalah :
1. Orang” yg menafkahkan (suka berinfak) baik diwaktu lapang maupun sempit
                                                     
Yakni dalam keadaan susah ato dalam keadaan makmur, dalam keadaan suka ato dalam keadaan duka, dalam keadaan sehat dan juga dalam keadaan sakit. Dengan kata lain, mereka rajin berinfak dalam semua keadaan. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya :
orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati._QS.02:274

Makna yang dimaksud ialah bahwa mereka tidak kendur dan lupa oleh suatu urusan pun dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. Mereka membelanjakan harta untuk keridaan-Nya serta berbuat baik kepada sesamanya dari kalangan kaum kerabatnya dan orang-orang lain dengan berbagai macam kebajikan.
Balasan bagi orang” yg berinfak inin seperti dalam Firman Allah QS 02:261 :
perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai menghasilkan seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.

sifat” orang yg bertaqwa yg ke2 :
2.    orang” yg menahan amarahnya

Bagaimana cara kita utk bisa menahan amarah kita ? yaitu dgn bersabar, karena dgn sabar inilah InsyaAllah SWT kita bisa menjadi oranh\g yg mulia disisi Allah SWT…amin. Banyak firman Allah SWT dlm Al Qur’an yg membahas masalah kesabaran ini a.l:
Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(QS 02:153)

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : �Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.� (HR. Bukhari dan Muslim)

Jelas disini orang kuat itu bukannya orang yg badannya gede, ototnya nonjol layaknya ade rai, namun orang kuat yg dimaksudkan adalah orang yg bisa menahan nafsu amarahnya. Menahan amarah ini bisa dikategorikan dalam menahan hawa nafsu, diaman menahan hawa nafsu itu adalah jihad yg terbesar.

Bagaemanakah cara utk menahan amarah? Simaklah Hadits Rasulullah yg diriwayatkan oleh Iman Ahmad sbb :
'Apabila seseorang di antara kalian marah, sedangkan ia dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk hingga marahnya hilang. Apabila marahnya masih belum hilang, hendaklah ia berbaring'." Atau dgn ta’awudz karena marah adalah pekerjaan setan, atau InsyaAllah dgn berwudlu…Wallaualam bi shawaf.

sifat” orang yg bertaqwa yg ke3 :
3.  orang” yg mema'afkan (kesalahan) orang lain

Sifat pemaaf ini Insya Allah SWT bisa mendekatkan diri kita kepada ketakwaan .
Firman Allah dlam QS 02: 237 dan pema'afan kamu itu lebih dekat kepada takwa.

Salah satu sifat mulia yg dianjurkan dlm Al Quran adalah memaafkan keslahan orang laen, spt dlm firman Allah dlm QS Al A’raf:199 yaitu
jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

Firman Allah yg laen dlm Qs.An Nisaa : 149 yaitu :
jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau Menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa.

Memang cukup sulit bagi kita utk bisa dgn tulus memaafkan kesalahn orang laen, apalagi akibat dari keslahn orang laen tsb bisa mengakibatkan hal” yg sangat menyakitkan  bagi kita. Akan tetapi jika kita bisa menyadari bahwa semua kejadian itu datangnya atau kehendak dari Allah SWT, maka insya Allah SWT kita akan bisa memaafkan kesalahan orang lain tsb dgn tulus iklhas, Allah SWT ajah mempunyai sifat pemaaf maka selayaknyalah kita sbg maklukNyapun harus bersifat pemaahf.
Dgn sft pemaaf ini merupakan akhlak yg sangt mulia maka dari itu di akhir QS 3:134 adalah    Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Wallaualam bishawaf..

sifat” orang yg bertaqwa yg ke4 :
4. Orang” yg suka bertaubat

Firman Allah dalam ayat selanjutan yaitu QS 03 :135 :
dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Sebagi makhluk Allah SWT yg mempunyai hawa nafsu maka kita pasti tidak akan luput dari kesalahn dan dosa maka dari itu jika kita melakukan perbuatan dosa maka kita haruslah segera bertobat dan mohon ampun kepada Allah SWT, hadits Rosulullah SAW yg artinya : “Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan (dosa) dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertobat (dari esalahan tersebut).” (H.R. Baihaqi dan Tirmidzi)
Firman Allah dlm QS 02 : 222,  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

adapun syarat taubat adalah :
1.    menyesal atas dosa yg telah diperbuat
2.    Berjanji tak akan ngulangi lagi
3.    mohon ampun dan perbanyak istighfar
4.    jika dosa yang dilakukan menyangkut hak orang lain, hendaknya diselesaikan dengan orang yang bersangkutan.

Barang siapa membaca sayyidul Istighfar dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal pada malam itu, maka ia akan masuk surga. Dan demikian juga sebaliknya (HR. Al-Bukhari 7/150)

Demikian semoga bermanfaat bagi saya pribadi wabil khusus dan jamaah pd umumnya.

Yg bener datangnya dari Allah SWT dan yg salah dating dari diri saya yg dhaif ini. Sekian terima kasih mohon maaf lahir batin

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Minggu, 26 Juni 2011

TIPU DAYA IBLIS (SETAN)

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

InnalhamdaliLlah, nahmaduHu wa nastaghfiruHu, wa na’udzubiLlahi min syururi anfusina, wa min sayyi-ati a’malina. Man yahdihiLlahu fala mudhiLlalahu, wa man yudhlil fa la hadiyalahu. Asyhadu allaa ilaaha illaLlahu wahdaHu laa syarikalaHu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduHu wa rasuluHu –shallallahu ‘alayhi wa sallam-.

Awal mula dari setan yang senengnya nggak seneng melihat manusia taat pada Allah SWT adalh kesombongn si setan (iblis) ini, ketika di suruh oleh Allah SWT untuk sujud kepada nabi Adam AS. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam QS. 07 _11-12 :
Yang artinya : 11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. 12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah"

Disinilah keliatan sekali bagaimana sombongnya si iblis ini. Alasan iblis merupakan sesuatu hal yang lebih besar daripada dosanya, seakan­akan iblis membangkang —tidak mau taat— karena tidak ada perintah yang menganjurkan seseorang yang memiliki keutamaan bersujud kepada orang yang lebih rendah keutamaannya daripada yang diperintah. Seakan­akan iblis la natulfah mengatakan, "Saya lebih baik daripadanya, maka mengapa Engkau perintahkan saya untuk bersujud kepadanya?"
Kemudian iblis mengatakan, dikatakan dirinya lebih baik karena ia diciptakan dari api, sedangkan api itu lebih baik daripada apa yang diciptakan­Nya dari tanah liat. Iblis yang laknat dalam alasannya mengacu kepada asal unsur kejadian, tidak mengacu kepada kemuliaan yang besar yang ada pada diri Adam. Yaitu Allah menciptakan Adam dengan tangan kekuasaan­Nya sendiri dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaan)­Nya.

Karena kesombongannya itu maka ia di usir dari surga, firman Allah SWT QS. 07 _13-15 :
Yang artinya : 13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina". 14. iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya[**] sampai waktu mereka dibangkitkan". 15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh."
[**] Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.

Karena kedurhakaan dan kesombongannya terhadap perintah Allah SWT dan pembangkangannya yang menyimpang dari jalan ketaatan kepada Allah SWT, maka tidak layak baginya berada di dalam surga.
Dalam keadaan hina dina lagi direndahkan, sebagai perlakuan kebalikan dari apa yang diyakini iblis, dan sebagai pembalasan dari pengakuannya, yaitu dengan menimpakan kebalikannya. Maka saat itu iblis yang laknat menyadari dirinya dimurkai Tuhan, lalu ia meminta masa tangguh sampai hari kiamat, melalui perkataannya:Allah mengabulkan permintaan iblis karena di dalamnya terkandung hikmah, keinginan, dan kehendak Allah yang tidak dapat ditentang, tidak dapat dicegah, serta tidak ada akibat bagi keputusan hukum­Nya, dan Dia Mahacepat perhitungan­Nya.

Allah Swt. menceritakan bahwa setelah Dia memberikan masa tangguh kepada iblis sampai hari mereka dibangkitkan, dan setelah iblis terikat dengan janji itu, maka mulailah ia bersikap ingkar dan melampiaskan dendamnya. Untuk itu ia berkata:
“ iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus_QS.07_16 ”

Jelas disini iblis ingin menyesatkan anak cucu nabi Adam as, agar tidak menuruti perintah-perintah dari Allah SWT, tapi sebaliknya yaitu melanggar apa-apa yang di larang oleh Allah SWT, sehingga kelak sama-sama menghuni neraka. Si iblis ini akan menggoda manusia dengan segala cara dan segala penjuru, firman Allah SWT dalam QS.07_17:
Yang artinya : kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Disinilah tipu daya setan terhadap manusia melalui 4 penjuru :

1. Dari muka (depan)
Maksudnya adalah setan akan meragukan terhadap urusan akherat yang kekal. Jika manusia sudah lalai akan akherat maka manusia akan menggunakan segala cara untuk menggapai kebahagiaan dunianya tanpa peduli terhadap kehidupan akheratnya kelak. Padahal kehidupan akherat itu lebih baik daripada kehidupan dunia, firman Allah SWT, dlam QS.87_17
 Yang artinya : sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
Firman Allah SWT :
Yang artinya : dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi_QS.28_77

2. Dari belakang
Manusia dibikin cinta mati sama dunianya, dan merasa memiliki secara mutlak apa-apa yang manusia miliki.
Lalu setan menghiasinya dengan hiasan yang indah dan menganjurkan mereka untuk memakainya.
Firman Allah SWT dalam QS.03_14-15
Yang artinya : 14. dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternakdan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). 15. Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.

3. Dari kanan
Maksudnya yakni dari arah kebaikan­kebaikan mereka, lalu setan menghalang­halangi mereka dari kebaikan­kebaikan itu.
Semisal : pemahaman agama kita di kaburkan, sehingga kita tanpa sadar berbuat syirik, bid’ah, dll. Maka sebaiknya kita selalui berdoa kepada Allah SWT agar di tambah pengetahuan agama kita (bisa kita liat di “Do’a Khatam Al Quran)

4. Dari kiri
Maksudnya agar manusia cenderung selalu berbuat maksiat dan kejahatan , setan menghiasi kejahatan dan kemaksiatan hingga menjadi tampak indah, kemudian menyeru mereka untuk mengerjakannya dan memerintahkan mereka untuk melakukannya kemaksiatan dan kejahatan tersebut .


Demikianlah setan mendatangi dan menggoda manusia dari segala penjuru.
Akan tetapi iblis tidak berani menggoda manusia melalui atas, karena rahmat Allah SWT diturunkan kepada manusia dari atas mereka.Dan iblis tidak akan mampu menghalang-halangi antara manusia dan rahmat Allah SWT.
Iblis juga tidak bisa dating dari bawah karena disitulah tempat sujud manusia.
Maka dari itu agar kita bisa terhindar dari godaan iblis maka perbanyaklah berdoa dan bersujud (shalat).

Wallahu A’lam

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi saya dan keluarga dan para pembaca sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Dikutib dari ceramah ta’lim mingguan tgl 15 juni 2011
Oleh : Ust. Sunardi
di Mushola Istiqomah, RT 07/021 Taman Raya Bekasi, Tambun

Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Rabu, 01 Juni 2011

AMAL ITU TERGANTUNG NIATNYA


عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab r.a, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
[Diriwayatkan 2 orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) & Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi dalam ke2 kitabnya yang tershahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]

Hadits ini salah satu pokok penting ajaran islam. Imam Ahmad dan Imam Syafi’I berkata : “Hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu.” Begitu pula kata imam Baihaqi dll. Hal itu karena perbuatan manusia terdiri dari niat didalam hati, ucapan dan tindakan. Sedangkan niat merupakan salah satu dari tiga bagian itu. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i, “Hadits ini mencakup 70 bab fiqih”, sejumlah Ulama’ mengatakan hadits ini mencakup sepertiga ajaran islam.
Hadits ini dibanding hadits-hadits yang lain adalah hadits yang sangat terkenal, tetapi dilihat dari sumber sanadnya, hadits ini adalah hadits ahad, karena hanya diriwayatkan oleh Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dari Umar hanya diriwayatkan oleh ‘Alqamah bin Abi Waqash, kemudian hanya diriwayatkan oleh Muhammad bin Ibrahim At Taimi, dan selanjutnya hanya diriwayatkan oleh Yahya bin Sa’id Al Anshari, kemudian barulah menjadi terkenal pada perawi selanjutnya. Lebih dari 200 orang rawi yang meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id dan kebanyakan mereka adalah para Imam.

Pertama : Kata “Innamaa” bermakna “hanya/pengecualian” , yaitu menetapkan sesuatu yang disebut dan mengingkari selain yang disebut itu. Kata “hanya” tersebut terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian secara mutlak dan terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian yang terbatas. Untuk membedakan antara dua pengertian ini dapat diketahui dari susunan kalimatnya.
Misalnya, kalimat pada firman Allah dalam (QS. Ar-Ra’d : 7)
Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.
Kalimat ini secara sepintas menyatakan bahwa tugas Nabi SAW hanyalah menyampaikan ancaman dari Allah, tidak mempunyai tugas-tugas lain. Padahal sebenarnya beliau mempunyai banyak sekali tugas, seperti menyampaikan kabar gembira dan lain sebagainya. Seperti pada firman Allah dalam  (QS Muhammad : 36)  :
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala keppadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.
Kalimat ini (wallahu a’lam) menunjukkan pembatasan berkenaan dengan akibat atau dampaknya, apabila dikaitkan dengan hakikat kehidupan dunia, maka kehidupan dapat menjadi wahana berbuat kebaikan. Maka abila disebutkan kata “hanya” dalam suatu kalimat, hendaklah diperhatikan betul pengertian yang dimaksudkan.
Pada Hadits ini, kalimat “Segala amal hanya menurut niatnya” yang dimaksud dengan amal disini adalah semua amal yang dibenarkan syari’at, sehingga setiap amal yang dibenarkan syari’at tanpa niat maka tidak berarti apa-apa menurut agama islam. Tentang sabda Rasulullah, “semua amal itu tergantung niatnya” ada perbedaan pendapat para ulama tentang maksud kalimat tersebut. Sebagian memahami niat sebagai syarat sehingga amal tidak sah tanpa niat, sebagian yang lain memahami niat sebagai penyempurna sehingga amal itu akan sempurna apabila ada niat.

Kedua : Kalimat “Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya”Khathabi menjelaskan kalimat ini menunjukkan pengertian yang berbeda dari sebelumnya. Yaitu menegaskan sah tidaknya amal bergantung niatnya. Syaikh Muhyidin An-Nawawi menerangkan niat  menjadi syarat sahnya amal. Sehingga seseorang yang meng-qadha sholat tanpa niat maka tidak sah Sholatnya, walahu a’lam

Ketiga : Kalimat “Dan Barang siapa berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya” menurut penetapan ahli bahasa Arab, bahwa kalimat syarat dan jawabnya, begitu pula mubtada’ (subyek) dan khabar (predikatnya) haruslah berbeda, sedangkan di kalimat ini sama. Karena itu kalimat syarat bermakna niat atau maksud baik secara bahasa atau syari’at, maksudnya barangsiapa berhijrah dengan niat karena Allah dan Rosul-Nya maka akan mendapat pahala dari hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya.
Hadits ini memang muncul karena adanya seorang lelaki yang ikut hijrah dari Makkah ke Madinah untuk mengawini perempuan bernama Ummu Qais. Dia berhijrah tidak untuk mendapatkan pahala hijrah karena itu ia dijuluki Muhajir Ummu Qais (Orang hijrah karena Ummu Qais).. Wallahu a’lam

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits  :
Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
Pelaksanaan niat dilakukan di awal ibadah dan tempatnya di hati. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi
niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.
Niat dapat membedakan antara ibadah dan  kebiasaan/rutinitas.
Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Di kutib dari Hadits  Arba_iina  An-Nawawiyah
Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Senin, 20 Desember 2010

Beruntungnya bagi orang yang beriman

Beruntungnya apabila kita menjadi orang yang beriman (Qs.23 : 1~11)

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.

[994] Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.
[995] Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.

Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Selasa, 03 Agustus 2010

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan.
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

sumber: Hidayatullah.com

Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Kamis, 03 Juni 2010

Tuhan Sembilan Senti (Taufik Ismail)

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.

Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Sabtu, 09 Januari 2010

Joko Tingkir I (Babad Tanah Jawa)

Mas Karebet putrane Ki Ageng Pengging, wus tininggal bopo biyunge kawit isih timur (tjilik).
Kacarita bareng wis gedhe, mas Karebet dipundhut putra karo nyai Ageng Tingkir kang ara kagungan putra, mulane banjur katelah aran Jaka Tingkir.
Ki Jaka kasenengane seje karo bocah-bocah lumrah. Senengane nenepi ing gunung-gunung, alas lan guwa-guwa, mula ibune dhawuh supaya nggeguru golek kawruh, aja pijer saba ing alas wae.
Sabanjure Ki Jaka maguru marang Ki Ageng Sela, lan sabanjure didawuhi ngawula marang Demak.
Ana ing Demak Jaka Tingkir njujug ing omahe sadulure lanang nyai Ageng Tingkir yaiku kyai Ganjur ingkang dadi lurah Suranata.
Kacarita nalika kanjeng Sultan Demak mios saka Masjid, Jaka Tingkir ndhodhok ana ing pinggir blumbang, arep sumingkir ora bisa, amarga wis neng mburining blumbang. Jaka Tingkir banjur kapeksa nglumpati blumbang karo mungkur. Kandjeng Sultan priksa, lan banget kaget lan gumune, banjur kapundhut diabdekake.


Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Sabtu, 24 Oktober 2009

Pepiling Biyung marang Putrane


O...ngger anakku kang tak arep-arep mulyamu donyo akherat. Sira mangertia, yen Gusti Allah SWT Maha gede pangapurane lan aja pisan-pisan mutung/ putus asa. Amarga Allah SWT wus dawuh kasebut ing kitab suci Al-Qur'an surat Azzumar:53, yaiku :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّه يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُالرَّحِيمُ
Tegese : Dawuhna ! O..kabeh para kawulane Allah kang tansah dosa/ tansah neksa marang awake dewe. Menawa sira pada arep nobati dosane, aja pada putus asa/ mutung. Sanyata ingsun Allah iku paring pangapura marang kabeh dosane kawulo. Lan satemene Allah iku Maha ngapura Maha welas marang kawulane kabeh
Dawuhe Gusti Allah SWT, kang kasebut Ing Al-Qu'an Surat Ali 'Imran Ayat 133-134 : 

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ  وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Tegese : Sira kabeh pada cekat ceket/ inggal nyuwun ngapura dosane marang Allah Pangeranira kabeh (menawa sira kabeh oleh pangapurane Allah SWT). Lan uga Allah wus nyediani paring Suwarga kang jembare atarane langit lan bumi, wus dijanjekake kanggo para manunggsa kang pada wedi marang Allah SWT / netepi Iman Islame. (QS:3-133). Syarate oleh pangapurane Allah iku, demen ndarmaake bandane ,ing wektu gampang lan wektu angel (aja ninggal tetulung) lan kudu bisa ngampet howa nepsu lan demen ngapura marang kesalahane wong liya. Allah iku demen marang wong kang pada tumindak kebecikan.(QS:3-134)

Dene pokoke tobat marang Gusti Allah iku, demen sowan madep marang Allah SWT, Sholat 5 wektu. Sholat iku kang dadi kuncine sekabehane amal kebecikan, senajan amale becik iku luwih akeh, ananging yen sholate ora di trima dening Allah SWT kabeh kebecikan ora di ganjar. Kanjeng Nabi Muhammad SAW wus ngendika sing tegese :
Nalika wong iku sholate becik, tata tertib, nyampurnaake rukuke lan sujude (ngrasake surasane kang diwaca) sawuse deweke tangi saka kubur sowan madep marang Allah SWT, nuli amale sholat iku teka lan matur marang Allah. Duh Allah Pangeran kawula, kula aturi mulyaaken dateng tiyang punika kados dene anggenipun mulyaaken dateng kula nalika wonten ndonya nuli deweke diunggahake marang swarga. Dene menawa sholate ora sampurna, ora tertib, ora gelem nyampurnaake rukuk lan sujude, mengka amale sholat iku teka nuli matur. Duh Allah, kula aturi nyiksa dateng tiyang punika kados dene anggenipun nyiksa piyambakipun dateng kula nalika wonten ndonya, kula aturi nglempit kula kados nglempit sandanganipun mak'luk. Nuli disabetake dateng rainipun. (riwayat : Tohyalisi saka sobat ubadah bin Shomat) 
O....ngger anakku mangertia, satemene Allah SWT, wus dawuh neng kitab Al=Qur'an surat 'Ankabut ayat 45, yaiku :
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
 tegese : Tekakna Wahyu kang Ingsun turunake marang sira Muhammad, saka kitab Al-Qur'an lan pada ngedekna sholat. Satemene sholat iku bisa ngilangake saka tumindak-tumindak kang jember, salah. Lan elinga marang Allah kang Maha Agung kang paring urip. Lan Allah mangerti apa-apa sing kok tumindaake. (QS:29:45)
Kasebut ing surat Hud, ayat 114 
وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
tegese : Lan pada tumandanga sholat ngadepake raimu marang Ingsun Allah SWT, ana ing wektu awan lan wengi hiya iku Dhuhur, 'Ashar, Maghrib, 'Isya, Subuh, satemene nindake sholat iku bisa nglungakake sakabehane tumindak kang ala utawa kang salah kang mengkono Al-Qu'an iku dadi pepeling tumrap wong-wong sing pada mbutuhake slamet ndonya akherat. (QS : 11:114)


disalin dari buku "Pembangunan Jiwo Layang Kalimosodo "karangan K.H.M. Amin



Baca selengkapnya Agus-Suryanto

Sabtu, 17 Oktober 2009

Salam perkenalan

Assalamu'alaikum wr. wrb.

selamat dateng di blog saya yg sangat sederhana ini.
semoga blog ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi pada khusunya, dan bagi para pembaca pada umumnya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Baca selengkapnya Agus-Suryanto